Sabtu, 05 Maret 2016

Sejarah Pendirian DPN Gepenta Pusat

  1. Sejarah Awal
Sejak awal tahun 1998 Indonesia menghadapi krisis multidimensional, sampai kepada berakhirnya Pemerintahan Orde Baru, penyerahan tongkat kepemimpinan nasional dari Presiden RI Kedua Jenderal Besar Soeharto kepada Prof. B.J. Habibie yang dilantik menjadi Presiden RI ketiga.
Pada massa Pemerintahan Presiden RI B.J. Habibie, diselenggarakanlah pemilihan Presiden oleh MPR RI yang menjatuhkan pilihan suara terbanyak kepada Abdulrahman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil GUS DUR sebagai Presiden RI keempat pada pertengahan tahun 1999.
Melihat kondisi bangsa Indonesia pada saat itu dan banyaknya kejadian peristiwa Tawuran dan Anarkis serta masuk informasi kepada beliau bahwa banyak masyarakat terlibat Peredaran Narkoba dan menyulut terjadinya Tawuran sehingga sering menyampaikan di beberapa kali pertemuan bahwa perlu segera ditanggulangi.
Walaupun secara tidak langsung perintah itu kepada KAPOLRI yang pada saat itu dijabat oleh Jenderal Polisi Drs. Rusmanhadi, SH, tetapi Staff Asops KAPOLRI yang dijabat oleh Mayor Jenderal Polisi Drs. S. Bimantoro sangat terusik dengan berita bahwa Peredaran Narkoba dan peristiwa Tawuran – Anarkis telah dapat menghambat Pembangunan Nasional. Sehingga dilakukanlah Analisa dan Evaluasi terhadap gangguan Kamtibmas di seluruh Indonesia dengan meminta data dari semua Polda.
Dalam kesimpulan Analisa dan Evaluasi tersebut yang dibuat pada pertengahan November 1999 yang pada pokoknya menyebutkan bahwa  "Lima sampai dengan 10 tahun mendatang Indonesia akan dilanda bahaya Narkoba dan Tawuran – Anarkis". Untuk menjawab dan mengatasi hasil kesimpulan Analisa dan Evaluasi tersebut maka KAPOLRI berkenan melakukan suatu acara Nasional dengan Acara "Pencanangan Gerakan Nasional Anti Narkoba dan Tawuran" yang disingkat GEPENTA, dengan Sprint KAPOLRI No. Pol. : Sprin/4140/XII/1999 tanggal 2 Desember 1999. Maka dalam waktu yang sangat mendadak dan singkat perencanaannya pada tanggal 8 Desember 1999, bertempat di lapangan Tennis Indoor Senayan dicanangkan KAPOLRI Jenderal Polisi Drs. Rusmanhadi, SH, “ Gerakan Anti Narkoba dan Tawuran “.
Acara ini dihadiri oleh semua unsur TNI dan POLRI, Ibu-Ibu Bhayangkari, Persit, Yalasenastri, Pia Ardhiagarini, dan Kowani serta semua Organisasi Pemuda, KNPI, Pelajar SMP, SMA dan Mahasiswa di Jakarta.
  1. Pembentukan Gepenta
Setelah Pencanangan Gerakan Anti Narkoba dan Tawuran disemua Polda meningkatkan Operasi Peredaran Narkoba dan Mencegah Tawuran Anarkis. Kemudian berkumpullah beberapa orang merumuskan bahwa agar Gerakan Anti Narkoba dan Tawuran "GEPENTA" yang dicanangkan KAPOLRI itu tidak sia-sia maka perlu dibentuk dan dideklarasikan GEPENTA menjadi Ormas.
Setelah dideklarasikan menjadi Ormas, terdaftar di Depdagri Ditjen Kesbangpol, sekarang telah terbentuk di semua Provinsi, dan hampir disemua Kotamadya dan Kabupaten.
Namun berhubung karena sumber dana terbatas dan hanya dibebankan kepada semua anggota dan anggota juga mempunyai kesulitan dalam pendanaan sehingga GEPENTA tampil dengan kegiatan-kegiatan pencegahan dan pemberantasan melalui memberikan informasi kepada Kepolisian setempat dimana ada warga GEPENTA.
Musyawarah Nasional telah diselenggarakan 2 (dua) kali dan 1 (satu) kali Munaslub pada tahun 2006 dan Sarasehan Nasional di Singaraja Bali, dan 1 (satu) kali Rapimnas pada tahun 2008 di Gedung Seba Guna Senayan Jakarta.
Dalam rangka mensosialisasikan bahaya Narkoba, Tawuran dan Anarkis telah dibentuk GEPENTA Trio dan Band GEPENTA dengan menciptakan lagu-lagu bernafaskan Anti Narkoba, Cegah Tawuran Anarkis dengan meluncurkan Album GEPENTA. Lagu Haramkan Narkoba, Cegah Tawuran Anarkis menjadi lagu Nada Sambung Pribadi di Handphone warga GEPENTA menjadi kebanggaannya. Dikandung maksud dari NSP inilah masukan dana untuk operasional GEPENTA, namun belum maksimal, untuk itu diharapkan agar semua warga GEPENTA dan tokoh-tokoh nasional serta menginginkan Negara ini bebas dari bahaya Narkoba, Tawuran dan Anarkis dihimbau agar menggunakan NSP di HPnya lagu Haramkan Narkoba, Cegah Tawuran Anarkis.
Beberapa kegiatan yang sangat menonjol adalah :
  1. Pengukuhan DPP dan DPK dibeberapa tempat dan juga ada yang dilakukan di DPN.
  2. Seminar Bahaya Narkoba, Tawuran dan Anarkis.
  3. Ceramah-ceramah di sekolah-sekolah dan kampus-kampus.
  4. Pembentukan GEPENTA unit Perguruan Tinggi dan Universitas.
  5. Bekerjasama dengan Rehabilitasi Metadon di Puskesmas-Puskesmas.
  6. Melakukan unjuk rasa mengumandangkan Eksekusi Mati Terpidana Mati Narkoba.
  7. Kantor di Jalan Sultan Iskandar Muda No. 31 bantuan dari Kader GEPENTA, Bapak H. Darmo Supono. 

0 komentar:

Posting Komentar

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut